You need to enable javaScript to run this app.

Hari Anak Nasional: Dukung Anak Bahagia dan Berprestasi, Lindungi dari Kekerasan serta Diskriminasi

  • Sabtu, 23 Juli 2022
  • Admin
  • 0 komentar

Mari penuhi hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan perlindungan terbaik

Peringatan Hari Anak Nasional di Indonesia dilakukan setiap tanggal 23 Juli. Hal tersebut menjadi pengingat bagi kita para orang tua, masyarakat, hingga negara dalam mendukung perkembangan dan memaksimalkan perlindungan kepada anak-anak. Di hari peringatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang hak-hak anak yang patut mereka terima, anak-anak yang kurang beruntung dalam kehidupan, serta permasalahan anak lainnya yang perlu diatasi bersama.

Melansir dari situs resmi Kemenppa RI, Hari Anak Nasional (HAN) 2022 mengusung tema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju" dengan tagline #PeduliPascaPandemiCOVID19, #AnakTangguhPascaPandemiCOVID19, #AnakTangguhIndonesiaLestari.

Dengan dilaksanakannya Hari Anak Nasional setiap tahun, diharapkan setiap bagian masyarakat dapat berpartisipasi dan lebih peduli terhadap kebutuhan serta permasalahan anak-anak yang dialami saat ini. Sebab, anak-anak merupakan aset penerus bangsa yang akan memimpin di kemudian hari. Mendukung segala kebutuhan mereka, mulai dari pendidikan, perlindungan, sandang, pangan, papan, akan berdampak pada masa depan bangsa. Di masa sekarang ini, utamanya di Indonesia, permasalahan pada anak-anak masa depan bangsa yang patut kita perhatikan adalah kekerasan yang mereka alami, serta adanya peningkatan putus sekolah.

Mengerikannya, kasus kekerasan pada anak sering terjadi di rumah dan sekolah. Tempat di mana anak-anak seharusnya mendapatkan ketenteraman. Di sekolah, sering kali pelakunya adalah teman sendiri. Kekerasaan dalam bentuk perundungan atau bully yang terjadi pada anak di sekolah semakin mengkhawatirkan. Bukan lagi berbentuk ejekan saja, tapi bahkan berbentuk penganiayaan yang mengakibatkan korban sampai meninggal.

Dalam beberapa kasus, peran sekolah dalam mencegah bullying masih terbilang minim. Banyak sekolah yang seolah menutup masalah bullying dan menganggapnya sebagai sesuatu yang benar. Belum lagi, tindakan bullying pada anak ternyata dilakukan tanpa sadar oleh guru di dalam sekolah.

Padahal, sekolah adalah tempat yang sebagian waktunya dihabiskan oleh anak-anak selain di rumah. Tentunya peran guru adalah sebagai pengganti orang tua di mana guru harus membela jika ada anak yang menjadi korban. Sayangnya, masih banyak guru yang mungkin cuek dan menganggap jika masalah yang terjadi pada anak-anak adalah hal wajar.

Nah, untuk mencegah terjadinya bullying pada anak di sekolah, peran sekolah dan guru tentu sangat penting. Berikut beberapa perannya yang bisa membantu mencegah tindakan bully :

1. Menanggapi Masalah dengan Serius;

2. Memberi Tahu Mana yang Benar dan Mana yang Salah;

3. Menyediakan Waktu untuk Berkonsultasi;

4. Membantu Anak untuk Menunjukkan Prestasi;

5. Melibatkan Orang Tua.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Witono, S.Pd

- Kepala Sekolah -

Assalamualaikum wr. wb Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website...

Berlangganan
Jajak Pendapat

Apakah anda bangga dengan SMP NEGERI 1 SLOGOHIMO?

Hasil
Banner